Wisata Kuliner di Bali Bareng Pak De Manbull

Info Wisata Kuliner, Tempat Belanja, Tips-Tips Menarik di Pulau Dewata Bali, rekomendasi bagi wisatawan domestik.

Maaak Nyeeessss

Info Wisata Kuliner, Tempat Belanja, Tips-Tips Menarik di Pulau Dewata Bali, rekomendasi bagi wisatawan domestik.

Jelajahi Masakan Bali Tempo Dulu...

Jelajahi aneka masakan tradisonal tempo dulu, yang kini sudah mulai jarang dijual di warung makan di Bali.

Liburan di Bali sambil berwisata kuliner

Menikmati alam dan budaya Bali sambil menikmati wisata kuliner

Dapatkan Tips menarik disini...

Tips dan artikel menarik yang selalu update...

Tampilkan postingan dengan label Hot News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hot News. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Juni 2013

Empat Ibu Ini Ikut Mengangkat Pariwisata Bali Lewat Masakan

Empat orang ibu ini dinilai ikut andil dalam mengangkat pariwisata Bali lewat masakan. Disamping itu, keempatnya juga telah berhasil membuka lapangan pekerjaan bagi banyak pegawai di pulau Bali.

Karena jasanya itulah keempat ibu ini disebut sebagai “empat srikandi kuliner Bali” dalam seminar “Program Doktor Kajian Pariwisata Universitas Udayana” di Denpasar, pada Kamis (2/5/2013).

Sebagai pemakalah dalam seminar itu, tampil Akademisi dari Universitas Udayana Prof I Nyoman Darma Putra, yang mengungkapkan:

    “Secara khusus, saya mengangkat kisah empat srikandi kuliner Bali yang perannya dalam kepariwisataan di daerah kita tidak bisa dikesampingkan.”

Dalam makalah berjudul “Peran Perempuan dalam Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan: Kisah Empat Pahlawan Kuliner Bali”, Darma Putra membahas peran empat orang ibu yang berjasa mengembangkan kuliner Bali.

Adapun keempat ibu yang dimaksudkan, yaitu:
  1. Ibu Made Mash, yang mengembangkan Made’s Warung atau Warung Made di Kuta
  2. Ibu Agung Oka, yang mengembangkan Warung Babi Guling Bu Oka di Ubud
  3. Ibu Warti, yang mengembangkan jasa boga atau catering Nyonya Warti Buleleng; dan
  4. Men Tempeh, perintis sekaligus pengembang Ayam Betutu Gilimanuk
Menurut Prof Darma Putra:

    “Usaha srikandi-srikandi kuliner Bali ini berhasil memanfaatkan kemajuan pariwisata untuk mengangkat citra dan eksistensi kuliner Bali, atau mendukung pembangunan pariwisata di daerah kita lewat pengenalan kuliner Bali kepada wisatawan.”

Meskipun masih dalam sekala kecil-menengah, jelas Prof Darma Putra, usaha kuliner empat ibu yang ia sebut “sri kandi kuliner” tersebut telah ‘go national’ dan ‘go international’, yang selanjutnya mampu membuka banyak lapangan pekerjaan dan peluang usaha baru bagi para pemasok bahan baku. Ia menambahkan:

    “Keberhasilan perempuan Bali mengembangkan kuliner daerahnya tidak saja mesti dihargai dalam penyiapan lapangan kerja tetapi yang tak kalah pentingnya adalah pada prestasi mereka untuk membuat kuliner Bali go-nasional dan go-global.”

Disamping itu, keberhasilan keempatnya juga dinilai membantu menghapus ketakutan akan homogenisasi kuliner global yang dibawa masuk oleh kapitalisme dan industri pariwisata.

Prof Putra mencontohkan usaha Men Tempeh mengangkat menu ayam betutu di daerah Gilimanuk (Jembrana) dalam waktu 35 tahun terakhir, sampai-sampai ayam betutu yang semula merupakan menu “kampung”, pelan-pelan menjadi menu restoran dan merek dagang rumah makan yang beroperasi di Bandara Ngurah Rai, di Denpasar, Jakarta, dan Yogyakarta.

Ia menambahkan:

    “Demikian pula popularitas kuliner babi guling, tak hanya memikat wisatawan lokal dan domestik tetapi juga wisatawan mancanegara.”

Terangkatnya sejumlah kekayaan kuliner Bali dalam konteks perkembangan pariwisata, menurut Darma Putra, bisa dijadikan argumentasi untuk mengatakan bahwa pemanfaatan kekayaan budaya untuk pengembangan kepariwisataan tidaklah melindas kebudayaan itu sendiri tetapi justru ikut melestarikannya. (Via: Antara)

Sumber : http://popbali.com

Kamis, 23 Juni 2011

Pesepakbola Fabregas Akan Coba Cicipi Makanan Khas Bali

Pulau Bali memukau pemain sepak bola internasional asal Spanyol Cesc Fabregas. Selain terpesona keindahan alam dan budaya, ia pun mencoba mencicipi makanan khas Bali.

“Setelah ada juara (Biskuat Tiger Cup 2011), kita akan nikmati sama-sama makanan (makanan khas Bali),” kata Fabregas pada jumpa pers di Gelora Ngurah Rai, Jl Melati, Denpasar, Bali, Kamis (23/6/2011).

Setelah mendarat di Bandara Ngurah Rai, Fabregas bertemu dengan ratusan anak-anak pemain bola di GOR Ngurah Rai. Ia datang ke Bali untuk memberikan dukungan kepada tim sepak bola anak-anak yang bertarung di final Biskuat Tiger Cup 2011.

Saat memasuki stadion yang penuk sesak dengan anak-anak, enam penari cantik melenggokkan tubuhnya dengan gemulai menyambut kedatangan Fabregas. Pemain nasional Bambang Pamungkas juga ikut menyambut kedatangan kapten tim Premier League Arsenal ini.

Usai menyaksikan laga final yang dimenangkan oleh SDN 064011 Medan, Fabregas akan menikmati gala dinner di Hotel Intercontinental, Jimbaran pada malam hari.

Fabregas lantas mendapatkan sodoran berbagai menu khas Bali dari para wartawan, seperti sate lilit, ikan bakar jimbaran hingga nasi pedas. “Saya akan mencoba semua. Jangan khawatir,” kelakar Fabregas tersenyum.

Oleh : Komang Ardita Candra
Sumber : www.travelerbali.com