Ayam Betutu Men Tempeh "Asli" Tidak ada Cabang

Rumah Makan Ayam Betutu Men Tempeh tidak ada cabang! ya begitulah isi plang di depan warung Men Tempeh. mungkin karena di sekeliling warung Men Tempeh bertebaran warung ayam betutu yang sama atau palsu jadi waspadalah.. waspadalah.... walaupun sama tetap Men Tempeh yang termaknyuss.. karena rasa dan ayamnya yang lembut.
Warung Men Tempeh sekarang ini dikelola oleh I Nyoman Suratna, suami dari Men Tempeh sendiri. Pak Suratna mengatakan kalau setiap hari sebelum jam 3 sore ayam betutunya sudah habis terjual. Satu porsi ayam betutu harganya Rp. 55.000, dibungkus dengan daun pisang dan ulatan bambu meyerupai bedeg atau bahasa balinya sokasi, menu didalamnya ayam kampug tentunya, Sambal matah, kacang goreng, Kaldu dari ayam betutu dan sambal sere yang super pedas. .

jadi jangan anda lewatkan kalau anda sedang melintasi jalan raya gilimanuk-denpasar. letaknya di bekas terminal bus Gilimanuk dan sebaiknya anda telpon dulu di HP 082 837 26239 atau 085 238 507 435, memastikan apa ayamnya tersedia atau sudah habis. sekali lagi masakan bali tetap yang terbaik!

Menikmati Lawar Bali Men Tinggen Sanur

Kali ini anda akan saya ajak menikmati kuliner dini hari di Kawasan Sanur, bagi anda penggemar dunia malam, dan sedang berada di kawasan Sanur, ngga ada salahnya mampir di warung Men Tinggen, warung yang menyajikan menu khas Bali ini buka dari jam 08.30 malam sampai pagi.

Menu yang disajikan mulai dari Lawar nangka, urab kelapa, abon babi dan pastinya babi kecapnya yang tiada duanya.. dapat dinikmati dengan nasi putih atau bubur.. warungnya tampak sederhana dan terkesan kumuh, karena di sekelilingnya adalah pasar.

Nama daerahnya adalah banjar kaliungu, jalan Intaran. hampir tiap malam sampai pagi warung ini banyak pembelinya. ada yang makan disitu dan ada juga yang bungkus. tak jarang juga ada cewe-cewe malam yang sering nongkrong di warung Men Tinggen.


Legenda Lawar Kuwir Men Sono

Bagi warga Bali tentu tak asing dengan nama Sangeh, mungkin sebagian kita waktu SD, sekolah mengajak kita berwisata ke Sangeh, Yup! Sangeh merupakan salah satu tempat wisata yang terletak di Badung Utara.

Sangeh merupakan sebuah desa di mana monyet-monyet berkeliaran dengan bebas di sebuah bukit bernama Bukit Sari. Di sana ada pula sebuah pura yang bernama Pura Bukit Sari.

Menurut legenda setempat Bukit Sari dan monyet ini berada di sana ketika Hanoman, sebuah tokoh dalam wiracarita Ramayana, mengangkat gunung Mahameru. Beberapa bagian gunung ini jatuh di sana dan sejak saat itu monyet berkuasa di sana.

Nah Kali ini saya tidak akan membahas tentang Sangeh, melainkan Makanan khas Desa Sangeh, kalau anda kebetulan berwisata ke Sangeh, atau menuju arah Petang atau Kintamani, anda akan menjumpai Sebuah rumah makan yang tanpa plang nama dan promosi lainya, karena memang tempatnya di halaman rumah.

Namanya Rumah Makan Lawar Kuwir Mes Sono, warung ini cukup terkenal di kalangan Guide, Tamu mancanegara maupun PNS di wilayah Badung utara.

Harganya pun murah, cukup Rp. 10.000 pe porsi, Nasi putih, Lawar kuwir & Sayur atau Jukut Ares, lawar ini disajikan dengan sayur pare, tentunya dengan base genep dan rasanya bikin lidah kita bergoyang. tapi sayang Men Sono hanya menyediakan sendok yang tanpa garpu.

Warung Liku, Nasi Bali Ayam Betutu

Ayam Betutu adalah masakan kebanggaan masyarakat Bali, kalau kita bicara tentang ayam betutu, hayalan kita pasti langsung tertuju ayam betutu Men Tempeh Gilimanuk, tapi tidak usah jauh-jauh harus ke gilimanuk karena di Denpasar juga ada dan tak kalah maknyussnya, namanya Warung Liku, terletak di Jalan Gandapura III Tohpati Denpasar.

Pemilik warung ini adalah suami istri I Ketut Nugata dan Ni Wayan Data dan dibantu oleh 10 orang karyawannya, warung ini buka dari jam 10 pagi hingga 10 malam. Hampir setiap hari warung ini ramai dikunjungi, untuk satu porsinya di beri harga Rp. 7000 sedangkan untuk satu ekor ayam betutu utuh harganya Rp. 43 ribu. Warung Liku juga menyediakan Nasi kotak dan nasi bungkus.

Jaje Laklak Sulatri Kesiman

Kalau di Jawa di kenal dengan nama Serabi, nah di Bali juga ada.. namanya Laklak, jaje Laklak merupakan jajanan pasar tradisional Bali yang terbuat dari tepung beras, Kapur sirih, Daun kayu sugih dan bahan tambahannya berupa parutan kelapa, gula merah dan garam, bentuknya bundar, salah satu sisinya kasar berwarna hijau dan sisi lainnya lembut berwarna putih. Biasanya laklak disajikan dengan ditaburi parutan kelapa dan disiram dengan larutan gula merah yang cukup kental.

Jaje laklak hampir ada di seluruh desa di Bali, hampir di pasar-pasar tradisional ada, tapi kalau saya sendiri biasanya menikmatinya di jalan Sulatri, masih di kawasan kota denpasar, kalau anda melintasi jalan sulatri kesiman (presis di di perempatan sulatri-supratman-waribang), hampir setiap pagi ramai, karena di sebelahnya juga ada warung Soto Sapi yang tak kalah nikmatnya. coba aja mampir, cukup Rp. 1000 1 bungkus isi 5. Untuk lebih nikmatnya lagi laklak dapat dinikmati dengan kopi pada pagi hari atau sore hari.

Santap Pagi di Warung Pojok Gajah Mada

Terletak di jantung pusat kota Denpasar, warung pojok jalan gajah mada, kalau kita dari pasar Badung Kumbasari perempatan lampu merah ( sulawesi – kartini ) ketimur lagi sebelah kiri, menu yang ditampilkan pun beragam, dari abon daging, ayam dan sapi suwir pedas, paru goreng, sate daging, bakwan udang, bregedel kentang, sayur urab dan yang pasti sambal pedasnya bikin kita mak nyuss.

Cukup 15 ribu saja, anda sudah menikmati nasi campur plus es teh manis warung pojok Gajah Mada. Ingat rasakan sensasi sambal pedasnya. Mendingan datangnya pagi, karena kalau datangnya siang, siap2 saja anda untuk antri.

Menikmati Steak Jaran Yanti Murtimi

Renon, Beef steak atau daging panggang sapi atau steak ayam mungkin sudah biasa. Tapi bagaimana dengan steak jaran atau kuda? Nah bagi anda yang sudah bosan dengan steak konvensional, bisa mencoba steak yang satu ini.

Steak jaran atau kuda ini bisa Anda nikmati di sebuah warung makan sederhana di kawasan Renon Denpasar. Warung sederhana milik Yanti Murtimi ini buka mulai pukul 10 pagi hingga 10 malam. Pengunjungnya dari berbagai kalangan dan kelompok usia.

Warung milik wanita asal Pulau Lombok ini memang khusus menyediakan menu dari daging kuda. Menu yang disediakan mulai steak, sate, hingga gulai daging kuda. Selain itu juga tersedia susu kuda liar asli Sumbawa.

Dari berbagai macam menu daging kuda ini, steak kuda menjadi salah satu menu favorit pengunjung warung ini. Meski harganya paling mahal yakni Rp 22 ribu per porsi plus kentang goreng, namun steak daging jaran ini tetap laris.

Steak jaran ini terbuat dari daging jaran atau kuda muda atau yang baru beranjak remaja. Setiap harinya Yanti mendatangkan 5 kilogram daging jaran muda dari Pulau Sumbawa.

“Saya pakai yang muda karena kalau pakai daging kuda tua, dagingnya alot (keras) mas,” jelas Yanti.

Proses membuat steak jaran ini tak jauh beda dengan proses pembuatan beef steak atau chicken steak. Potongan daging jaran dipanggang dan diolesi bumbu steak.

“Rasanya mirip daging sapi, lumayan empuk dan gurih. Saya baru pertama kali mencoba, cukup enak,” kata Gede, salah seorang warga Denpasar, yang sempat menjajal steak jaran buatan Yanti Murtimi.

Meski haragnya relatif mahal, setiap harinya Yanti bisa menjual 10 hingga 20 porsi steak jaran.

Selain steak jaran, Warung Yanti juga menjual sate kuda seharga Rp 10 ribu per porsi, gulai kuda seharga Rp 5 ribu per porsi, dan susu kuda liar seharga Rp 100 ribu sebotol.

Dari bisnis daging kuda jingkrak ini, setiap harinya Yanti bisa memperoleh pendapatan Rp 500 hingga Rp 700 ribu rupiah.

“Saya membuka bisnis makanan dari daging kuda karena menu dengan daging ini masih jarang di Bali, pesaingnya masih sedikit,” jelas Yanti.

Mengkonsumsi makanan dari daging kuda, kata Yanti, selain mengenyangkan perut juga berkhasiat bagi kesehatan tubuh. Daging kuda dipercaya bisa berkhasiat untuk menghilangkan penyakit asam urat dan rematik.

“Kalau susu kuda liar, bisa dicampur sprite (minuman soft drink) dan susu. Campuran itu untuk ramuan kuat khusus laki-laki,” jelas Yanti sambil tersenyum.

Nah, bagi Anda yang penasaran mencoba aneka menu dari daging kuda, silakan datang ke warung Yanti Murtimi di Renon.

http://www.beritabali.com

Google